Semua pasti sudah mengenal jenis tanaman air yang mengapung ini, dialah
enceng gondok. Dalam hal budidaya ikan, ia mampu mengendalikan
pertumbuhan ganggang, mengurangi jumlah sinar matahari yang masuk ke
kolam, dan bisa melindungi anak ikan terhadap serangan binatang atau
hama lainnya.
Selain bermanfaat dalam proses budidaya ikan, siapa sangka eceng gondok
pun mampu menyuburkan tanaman lho! Menurut hasil riset, tanaman eceng
gondok banyak mengandung asam humat, artinya ia bisa dimanfaatkan
sebagai pupuk bagi tanaman.
Senyawa itu menghasilkan fitohormon yang mampu mempercepat pertumbuhan
akar tanaman. Selain itu eceng gondok juga mengandung asam sianida,
triterpenoid, alkaloid dan kaya kalsium.
Hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan pupuk eceng gondok adalah
memastikan tidak adanya kandungan logam berat seperti timah hitam dan
merkuri pada tanaman eceng gondok. Hindari pemanfaatan eceng gondok yang
berasal dari kolam-kolam pengolahan air limbah pabrik yang menghasilkan
limbah logam berat.
Secara sederhana, cara pembuatan pupuk organik berbahan eceng gondok menggunakan Trichoderma adalah sebagai berikut:
Bahan dan Alat :
- 1000 kg eceng gondok (dapat dicincang atau digiling halus jika ingin mendapatkan kompos ‘halus’)
- 5 kg biofungisida dan dekomposer alami (bisa juga menggunakan trichoderma)
- 2 buah pagar bambu berukuran panjang 1 meter, tinggi 1½ meter
- 2 buah pagar bambu berukuran panjang 2 meter, tinggi 1½ meter
Cara Pembuatan :
- Rangkai pagar bambu berbentuk ‘kandang’ berukuran 1 x 2 x 1½ meter sebagai tempat pembuatan kompos
- Masukkan eceng gondok
- Lakukan pemadatan dengan cara menginjak-injak tumpukan hingga setinggi ±20Cm
- Taburkan biofungisida dan dekomposer alami secara merata di atas tumpukan
- Masukkan kembali eceng gondok
- Lakukan pemadatan dengan cara menginjak-injak tumpukan hingga timbunan bertambah tinggi ±20Cm
- Taburkan biofungisida dan dekomposer alami secara merata di atas tumpukan
- Ulangi cara di atas sampai timbunan eceng gondok setinggi 60-1 meter
- Tutup timbunan dengan plastik
- Pada hari ke dua, suhu timbunan akan mulai meningkat
- Proses pembuatan kompos pupuk selesai setelah 14 hari dan suhu telah turun menjadi ± 30 °C
Sebagai catatan, pagar bambu yang menjadi ‘cetakan’ dapat dilepaskan
pada saat proses penutupan timbunan dengan plastik untuk digunakan pada
pembuatan timbunan berikutnya (jika material eceng gondok lebih dari 1
ton). Selain itu, penutupan plastik pada material bertujuan untuk
menciptakan temperatur ‘tinggi’ yang diperlukan untuk mempercepat proses
pelapukan. (sumber:
http://www.jitunews.com/read/14093/yuk-buat-pupuk-organik-dari-eceng-gondok)
0 komentar:
Posting Komentar