Di sebuah desa ada seorang wanita yang sangat cantik, Ia
memiliki kesopanan yang tinggi dan budi pekerti yang baik. Namun pada suatu
hari wanita tersebut kecelakaan yang mengakibatkan bibir manisnya menjadi
sumbing. Wanita tersebut sedih dengan tingkat kesedihan yang sangat tinggi. Ia tak
mau keluar rumah karena harus menanggung malu pada tetangga sekitar.
Hingga pada suatu hari ia memutuskan untuk melukuan operasi
penambalan terhadap bibir sumbingnya. Akhirnya ia pergi ke dokter yang tak jauh
dari rumahnya. Sesampai si rumah dokter ia pun mengutarakan niatnya untuk
melukukan operasi penambalan bibir sumbingnya.
“dok saya pengen nambal bibir saya ini’ kata wanita tersebt.
‘ oh iya mbak sabar ya mbak saya kebelakang sebentar’ jawab dokter. Setelah beberapa
saat dekter pun menemui wanita itu dan berkata, “waduh mbak biasanya saya
memang bisa melakukan penambalan terhadap bibir sumbing, namun untuk saat ini
belum bisa mbak, jadi saya harap mbak dating kesini setelah nanti saya kasih
kabar” “oh iya dok tidak apa-apa, kabarnya saya tunggu ya dok..”.
Akhirnya wanita tersebut pulang dengan perasaan kecewa. Satu
hari setelah nya wanita tersebut mendapatkan telepon dari dokter, dan dokterpun
mengatakan sudah siap uantuk melakukan penambalan bibir sumbing wanita cantik
itu. Akhirnya denga perasaan senang wanita itu pun dating lagi ke rumah dokter.
Akhirnya dilakukan operasi penambalan bibir sumbingnya, dan dengan perasaan
senang wanita tersebut wajahnya kembali menjadi cantik.
Setelah selesai operasi ia pun pulang dengan perasaan
gembira. Namun di pertengahan jalan menuju pulang ia bertemu dengan teman
wanitanya yang juga cantik, ia pun dengan senang mengabarkan bahwa bibirnya
sudah kembali seperti semula. Namun pada pertengah obrolan tersebut, tiba-tiba
bibir wanita tersebut berubah menjadi moncong (maju kedepan sambil
bergerak-gerak). Mereka berdua berangaapan bahwa kejadian itu merupakan reaksi
dari operasi. Dan akhirnya mereka pulang ke rumah masing-masing.
Pagi harinya bibir wanita itu moncong lagi, namun setelah
wanitia itu pergi kesumur dan mencuci mukanya bibirnya kembali seperti semula. Setelah
selesai menjalankan aktifitas rumahnya ia pun mendatangi teman-teman wanitanya
untuk member tahukan tentang kabar
gembira bahwa bibirnya sudah pulih seperti semula. Namun setelah wanita itu
bertemu dengan teman-temanya kejadian semalam pun terjadi lagi, dan akhirnya
memutuskan untuk pergi kedokter yang melakukan operasi terhadap bibirnya.
Sesampai di dokter ia pun menjelaskan apa yang terjadi pada
bibirnya, dan dokter itu menjawab bahwa daging yang untuk menambal bibir
sumbangnya adalah potongan dari kemaluan laki-laki yang khitan pada dokter
tersebut.

0 komentar:
Posting Komentar