Bapak
Boleh aku minta tolong diajari
Bantu aku memahami
Karena bapak kan katanya presiden paling pandai seantero
negeri
Intelektualitas nya sudah diakui
Mbok ya anakmu ini di ajari
Memahami semua ironi ini
Pak mengapa meraka dulu selalu menghina
Mengatakan, president kok buta
Padahal kenyataannya, bapaklah yang sebenarnya mengajari
kita
Untuk melihat manusia seutuhnya
Tanpa embel-embel jabatan atau harta, suku atau agama
Tak perduli bagaimana rupanya
Pak kenapa dulu mereka melecehkan
Mengatakan, President kok nggak bisa jalan sendirian
Rakyat Indonesia menuju demokrasi dan keadilan yang
sesungguhnya
Pak bisa tolong jelaskan
Kenapa orang-orang yang dulu bapak besarkan
Malah akirnya menjatuhkan
Menggigit tangan orang yang memberi mereka makan
Apa mereka lupa dengan yang bapak ajarkan
Bahwa hidup adalah pengabdian
Yang tidak boleh meminta harta atau jabatan
Pak, tolong kirimi kami jawaban
Lewat mimpi atau pertanda
Lewat symbol juga akan aku terima
Pak tolong pak
Tolong aku di ajari
di iringin dengan lagunya ebit GAD
Di matamu masih tersimpan selaksa peristiwa
Benturan dan hempasan terpahat di keningmu
Kau nampak tua dan lelah, keringat mengucur deras
namun kau tetap tabah hm...
Namun semangat tak pernah pudar
meski langkahmu kadang gemetar
kau tetap setia
Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
kini kurus dan terbungkuk hm...
Namun semangat tak pernah pudar
meski langkahmu kadang gemetar
kau tetap setia
Ayah, ho ho dalam hening sepi kurindu
untuk menuai padi milik kita
Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan
Anakmu sekarang banyak menanggung beban
Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
kini kurus dan terbungkuk hm...
Namun semangat tak pernah pudar
meski langkahmu kadang gemetar
kau tetap setia
love you gus....
Benturan dan hempasan terpahat di keningmu
Kau nampak tua dan lelah, keringat mengucur deras
namun kau tetap tabah hm...
Namun semangat tak pernah pudar
meski langkahmu kadang gemetar
kau tetap setia
Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
kini kurus dan terbungkuk hm...
Namun semangat tak pernah pudar
meski langkahmu kadang gemetar
kau tetap setia
Ayah, ho ho dalam hening sepi kurindu
untuk menuai padi milik kita
Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan
Anakmu sekarang banyak menanggung beban
Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
kini kurus dan terbungkuk hm...
Namun semangat tak pernah pudar
meski langkahmu kadang gemetar
kau tetap setia
love you gus....

0 komentar:
Posting Komentar