Sabtu, 27 Oktober 2012

Belajar Dengan Semua Orang (renungan)



Sebagai manusia tidak lah akan mampu ketika menjalani kehidupan ini secara sendiri, kita sebagai makhluk social pasti akan memerlukan orang lain. Jalan hidup pada setiap orang pastilah berbeda-beda, ada yang jalan hidupnya lempeng-lempeng aja adan ada pula yang berliku-liku, semua itu bisa kita jadikan sebagai pelajaran.
Bertemu, ngobrol dengan sanak family, teman, sahabat, petani, seniman, penulis atau orang-orang yang memiliki profesi lain itu adalah suatu kegiatan belajar yang jarang kita sadari secara penuh, saya inget dengan kata-kata Almarhum mas agus malang yang mengatakan kepada saya “SETIAP ORANG ADALAH GURU, SETIAP TEMPAT ADALAH SEKOLAHAN, DAN SETIAP SESUATU ADALAH ILMU. Kata-kata yang penuh dengan filosofi itu membangkitkan saya untuk senantiasa menambah pengetahuan dari siapapun, dari manapun serta dari apapun yang ada desekeliling saya.
Ketika kita bertemu dengan orang, kita akan berkomunkasi, terkadang meraka ada yang menceritakan kesuksesan dan semangat mereka dalam menghadapi kehidupan ini, terkadang pula ada yang berkeluh kesah dalam menjalani kehidupannya.
Semua itu adalah pelajaran yang dapat kita pelajari dan kita ambil intisari nya, bagi mereka yang menceritakan kesuksesan dan semangat nya dapat kita ambil trik serta pengalaman-pengalaman yang sudah ia lakukan, begitu juga sebaliknya bagi mereka yang menceritakan keluhkesah dalam hidupnya dapat kita ambil hikmah dari kejadian yang ia alami dan kita akan mengetahui akibatnya tanpa kita harus gagal terlebih dahulu,
Lagi-lagi setiap orang adalah guru, minimal dia menjadi guru bagi dirinya sendiri. Diri kita yang selama ini jarang kita sadari telah memberikan pendidikan pada diri kita sendiri dengan melihat keadaan yang ada disekitar kita (setiap tempat adalah sekolahan) dan setiap apapun yang ada di sekelliling kita adalah ilmu dengan syarat kita mampu membaca sesuatu tersebut. Allah menurunkan wahyu pertamanya adalah “Iqra” yang artinya bacalah, bukan hanya tulisan yang harus kita baca, melainkan keadaan, alam, dan apapun  yang ada disekeliling kita hendaknya kita mampu membacanya, sehingga semuanya bisa menjadi ilmu.

Thanks mas agus priyanto Al temon “ghufirolahu min dzambih wataqobal min ‘amalih” Aamiin.

2 komentar:

Unknown on 28 Oktober 2012 pukul 21.50 mengatakan...

Belajar juga bisa dengan alam gan,.. :D
manteeeeeeeb;;;

Kertas Artikel on 29 Oktober 2012 pukul 01.52 mengatakan...

Siap bro.... boleh tuh di share ilmu alamnya,,,,,

Posting Komentar

 
Kertas Artikel Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template